mo pengen tau makanan ato kosmetik [yg ngrasa cewe'] halal pa ga?
gampang ko'
ga perlu lari lari nyari kiai ato bu hajjah
tinggal klique halal pa ga?
kalo masi penasaran n pengen tau tentang halal? all bout halal jawabannya
9.30.2006
9.29.2006
seperti apakah indahnya kematian?
dengan kepala bersimbah darah tergeletak di tengah jalan?
ato ketika dicekat beku di puncak gunung?
dengan paru paru penuh dengan gas amonia?
sementara saraf udah ga bisa merasa
ato paru paru pecah oleh misteriusnya palung samudra?
jantung tak lagi mampu memacu detik
akhirnya bermuara menjadi dingin...
perlahan memburam dan hitam ...
...
dengan kepala bersimbah darah tergeletak di tengah jalan?
ato ketika dicekat beku di puncak gunung?
dengan paru paru penuh dengan gas amonia?
sementara saraf udah ga bisa merasa
ato paru paru pecah oleh misteriusnya palung samudra?
jantung tak lagi mampu memacu detik
akhirnya bermuara menjadi dingin...
perlahan memburam dan hitam ...
...
9.26.2006
whuihhh....!!!!
seabis reformasi yg menjanjikan perbaikan di semua bidang
ternyata semua cuman utopia
ga lebih dari sekedar mimpi
sekolah? mahal!
makan? susah!
kerja? apalagi!
janji yg dibualkan para reformis cuman sekedar jadi angin lalu
harapan ga semudah kenyataan
investor pada ngabur ke luar negeri
nyari tempat yg bisa ngasi jaminan ga ada demo kenaikan UMR, buruh yg berkompeten dan murah serta ga ada pungutan liar plus pajak ini itu yg malah melangitkan biaya produksi
eksodusnya mreka otomatis bikin banyak buruh yg di PHK
semakin menambah jumlah pengangguran
dari lulusan SMA yg ga mampu buat kuliah aja udah brapa
blom lagi lulusan sarjana yg blom dapet hoki buat kerja
ga heran kalo sekarang ini satu lapangan kerja diperebutkan oleh 400-500 orang!!
gagasan menggelar job fair pun cuman berpihak kepada lulusan sarjana
trus mo dikemanakan sekian juta anak indonesia yg ga mampu meneruskan ke perguruan tinggi?
grass root sekian juta itu mo dihapus gitu aja?
salah satu alternatifnya adalah memeras otak untuk menemukan satu formula terobosan bisnis yg bener bener breakthrough ato kalo bole make kata wirausaha
bikin satu lapangan kerja yg blom ada, ga umum dan bertahan lama
yg bikin satu barrier ke depannya adalah daya beli yang rendah menyikapi berbagai kebutuhan hidup yg udah susah untuk dijadiin alternatif kedua
makanya...
diperlukan jenis usaha yg longlasting
ga cuman bertahan seminggu ato sebulan
kayak jualan takjil di perempatan sambil nunggu buka puasa
butuh brainstorming
butuh modal
nguatin keyakinan ma mental
seabis reformasi yg menjanjikan perbaikan di semua bidang
ternyata semua cuman utopia
ga lebih dari sekedar mimpi
sekolah? mahal!
makan? susah!
kerja? apalagi!
janji yg dibualkan para reformis cuman sekedar jadi angin lalu
harapan ga semudah kenyataan
investor pada ngabur ke luar negeri
nyari tempat yg bisa ngasi jaminan ga ada demo kenaikan UMR, buruh yg berkompeten dan murah serta ga ada pungutan liar plus pajak ini itu yg malah melangitkan biaya produksi
eksodusnya mreka otomatis bikin banyak buruh yg di PHK
semakin menambah jumlah pengangguran
dari lulusan SMA yg ga mampu buat kuliah aja udah brapa
blom lagi lulusan sarjana yg blom dapet hoki buat kerja
ga heran kalo sekarang ini satu lapangan kerja diperebutkan oleh 400-500 orang!!
gagasan menggelar job fair pun cuman berpihak kepada lulusan sarjana
trus mo dikemanakan sekian juta anak indonesia yg ga mampu meneruskan ke perguruan tinggi?
grass root sekian juta itu mo dihapus gitu aja?
salah satu alternatifnya adalah memeras otak untuk menemukan satu formula terobosan bisnis yg bener bener breakthrough ato kalo bole make kata wirausaha
bikin satu lapangan kerja yg blom ada, ga umum dan bertahan lama
yg bikin satu barrier ke depannya adalah daya beli yang rendah menyikapi berbagai kebutuhan hidup yg udah susah untuk dijadiin alternatif kedua
makanya...
diperlukan jenis usaha yg longlasting
ga cuman bertahan seminggu ato sebulan
kayak jualan takjil di perempatan sambil nunggu buka puasa
butuh brainstorming
butuh modal
nguatin keyakinan ma mental
9.17.2006
Repeat!!!

Arema Malang membuktikan ketangguhannya dengan mempertahankan gelar Copa Dji Sam Soe. Pada pertandingan final Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) 2006 di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Sabtu (16/9), Arema mengalahkan Persipura Jayapura 2-0 (0-0).
Kemenangan itu menjadikan ‘Singo Edan’ meraih hadiah Rp 1,5 miliar ditambah subsidi untuk tampil di Liga Champions Asia sebesar Rp 500 juta. Tak hanya itu. Sukses Arema kian lengkap karena striker Emalue Serge menjadi top scorer dengan mencetak sembilan gol. Sergei sendiri gagal mencetak gol pada pertandingan final.
Penghargaan top scorer sudah bisa dipastikan menjadi milik Serge akibat cedera yang dialami striker Persipura Christian Carrasco menit 13. Carrasco merupakan pesaing Serge untuk perebutan posisi top scorer karena hanya terpaut satu gol. Selain itu, bek Arema Aries Budi Prasetyo terpilih sebagai Best Player (Pemain Terbaik) dan suporter Arema, Aremania, menjadi Best Supporter (Suporter Terbaik). Sedangkan Persija Jakarta Pusat menjadi Fair Play Team (Tim Fair Play).
9.16.2006

Arema Malang
Nama Arema adalah legenda Malang. Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut, yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama.
Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara. Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi. Kemudian bisa menguasai Selat Malaka. Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam. Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.
Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema. Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema. Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang. Arema adalah akronim dari Arek Malang.
Arema kemudian menjelma mejadi semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang. Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga. Selain tinju, sepakbola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya. Sehingga kelahiran tim sepakbola Arema adalah sebuah keniscayaan.
Kesebelasan Arema (Arema Football Club/Persatuan Sepakbola Arema nama resminya) lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepakbolaan di Malang. Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema bagai sebuah magnet bagi arek Malang. Stadion Gajayana -home base klub pemerintah itu- selalu disesaki penonton. Di mana Arema waktu itu ? Yang pasti, ia belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepakbola. Ia masih jadi sebuah "utopia".
Adalah Acub Zaenal yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub galatama. Jasa "Sang Jenderal" tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu. "Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zaenal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden, Denpasar," ujar Ovan. Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama. "You bikin saja (klub) Galatama di Malang," kata Ovan menirukan ucapan Acub.
Beberapa hari setelah itu, Ir Lucky Acub Zaenal -putra Mayjen TNI (purn.) Acub Zaenal- mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya. "Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif," katanya. Dari pembicaraan
itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama. "Saya hanya punya pemain," ujarnya. Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk "Derek" Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada '86.
Harus diakui, awal berdirinya Arematidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada-gabungan dari Armada dan Arema. Namun nama itu tidak bisa langgeng. Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86. Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.
Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive. Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH-almarhum-No 58. "Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus," ujar Ovan mengisahkan.
Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul. "Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoskop),"imbuh Ovan. Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk mewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang. Segala tetek bengek mulai pemain, tempat penampungan (mess pemain), lapangan sampai kostum mulai diplanning.
Bahkan, gerilya mencari pemain yang dilakukan Ovan satu bulan sebelum Arema resmi didirikan.Pemain-pemain seperti Maryanto (Persema), Jonathan (Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes
Geohera (Mitra), sampai kiper Dony Latuperisa yang kala itu tengah menjalani skorsing PSSI karena kasus suap, direkrut. Pelatih sekualitas Sinyo Aliandoe, juga bergabung.
Hanya saja, masih ada kendala yakni menyangkut mess pemain. Beruntung, Lanud Abd Saleh mau membantu dan menyediakan barak prajurit Paskhas untuk tempat penampungan pemain. Selain barak, lapangan Pagas Abd Saleh, juga dijadikan tempat berlatih. Praktis Maryanto dkk ditampung di barak. "TNI AU memberikan andil yang besar pada Arema," papar Ovan.
Sempat ada kendala, yakni masalah dana, masalah utama yang kelak terus membelit Arema. "Kalau memang tidak ada alternatif lain, ya papimu Luk yang harus mendanai," jelas Ovan saat mengantarnya ke Bandara Juanda. Sepulang dari Jakarta, Acub Zaenal sepakat menjadi penyandang dana.
Prestasi klub Arema bisa dibilang seperti pasang surut, walaupun tak pernah menghuni papan bawah klasemen, hampir setiap musim kompetisi Galatama Arema F.C. tak pernah konstan di jajaran papan atas klasemen, namun demikian pada tahun 1992 Arema berhasil menjadi juara Galatama. Dengan modal pemain-pemain handal seperti Aji Santoso, Micky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi dan eks pelatih PSSI M.Basri, Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia.
Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema F.C. tercatat pernah 3 kali masuk putaran kedua atau 8 besar. Yang pertama pada musim kompetisi Liga Indonesia ke II tahun 1995 , pada musim kompetisi Liga Indonesia ke VI tahun 2000 dan musim Liga Indonesia ke VII tahun 2001, Arema kembali mengulangi suksesnya masuk putaran 8 besar yang berlangsung di Jakarta.
Walaupun berprestasi lumayan, tapi Arema tidak pernah lepas dari masalah dana. Hampir setiap musim kompetisi masalah dana ini selalu menghantui. Sehingga tak heran hampir setiap musim manajemen klub selalu berganti. Pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim. Hal tersebut yang kemudian membuat Arema FC diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003.
Meski demikian, keberadaan Arema tetap tidak terselamatkan sehingga harus degradasi ke Divisi I. Tak lama kemudian, dengan materi dan dana dari pemilik baru, Arema berhasil menjadi juara Divisi I Liga Indonesia 2004 dan kembali berlaga di Divisi Utama pada musim kompetisi 2005.

Stadion: Gajayana & Kanjuruhan, Malang
Kapasitas : 50.000 penonton [Kanjuruhan]
Alamat: Jl. Panderman No. 2A Malang
Website: www.bentoel-arema.com / www.aremaniafc.com
Alamat: Jl. Panderman No. 2A Malang
Julukan: Singo Edan
Costum 1: Biru - kuning
Costum 2: Putih - biru
Pelatih: Benny Dollo
Pemain:
Kiper :
Kurnia Sandy, Iskandar Silas R Ohee, Akhmad Kurniawan
Belakang:
Warsidi Ardi, Andela Atangana Guy, M. Zainuri, Sunar Sulaiman, Aris Budi Prasetyo, Leo Saputra, Richi Pravita Hari, Erol F.X. Iba, Alexander Pulalo, Rasmoyo,
Tengah :
Joao Carlos Quinto DS, Sutaji, Firman Utina, I Putu Gede Swi Santosa, Arif Suyono, Anthony Jommah Ballah, Solikin (Magang), David Ganda (Magang)
Depan :
Marthen Tao, Franco Martin Hita, Emeleu Serge Ngomgoue, Huberto Monim, Setyo Adi Prastowo (Magang)
Pengurus:
Pengurus Yayasan Arema:
Penasehat: YW Junardy
Ketua: Darjoto Setiawan
Sekretaris: Satrija Budi Wibawa
Bendahara: Nicolaas B Tirtadinata
Pengurus Arema FC:
Ketua Harian: Gandi Yogatama
Bendahara: Haryanto
Humas: Taufan
Penanggungjawab Akademi Arema: Benny Dollo
Sekretariat: Ekoyono Hartono
Kepala Mess: Herry Brahwianto
Prestasi:
Liga Indonesia 1994/1995 : Peringkat 6 Divisi Utama Wilayah Timur
Liga Indonesia 1995/1996 : Peringkat 12 Divisi Utama Wilayah Timur
Liga Indonesia 1996/1997 : Peringkat 3 Divisi Utama Wilayah Barat
Liga Indonesia 1997/1998 : Peringkat 6 Divisi Utama Wilayah Barat (Liga
dihentikan)
Liga Indonesia 1998/1999 : Peringkat 3 Divisi Utama Wilayah Tengah
Liga Indonesia 1999/2000 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 2 Grup
Timur)
Liga Indonesia 2001 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 3 Grup Timur)
Liga Indonesia 2002 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 2 Grup Barat)
Liga Indonesia 2003 : Peringkat 17 Divisi Utama (Degradasi)
Liga Indonesia 2004 : Juara Divisi I (Promosi)
Liga Indonesia 2005 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 2 Grup Barat)
Prestasi Lainnya:
- Juara Galatama 1992/1993
- Runner Up Piala Liga 1992
- Juara Copa Indonesia 2005
pengen tau profil singkat dari tim laen yg berlaga di liga Indonesia? klik aja Liga Indonesia

tanggal brapa seh skarang?
16 september?
yg bener?
masa seh?!!
wewwww....ga nyangka...kayaknya baru kmaren belajar merangkak, berdiri trus jalan
mengenali dan memaknai setiap indera yg dikaruniakan
menapaki usia dengan lepas tawa
mengingkari galau dan paraunya sedih
sekarang ...
ga cuman jalan
tapi berlari
mampu temukan titik untuk dituju
menemukan titik untuk berhenti
bisa menentukan mana yg baek dan yg ga baek [biarpun sering banyakan khilafnya...manusiawi!]
akrab dengan canda, perih, air mata dan keringat
belajar menemukan jatidiri "siapa saya sebenernya?"
me_manage dan me_maintain otak untuk slalu menghasilkan ide baru di sepersekian detik sebelom lidah mengucapkan sebait kata *hadah*
makasi Illahi Robbi ...
udah dikasi kesempatan untuk mengisi paru paru dengan segarnya udara pagiMU
terima kasih juga buat orang-orang yg masi inget ama tanggal ini
yg pertama ngasi ucapan ... rat [biarpun blom waktunya, thx!]
trus big sista [grazzie!]
ehmmm ... sapa lagi ya
oia ... frida [pas jam 00.00 malah tapi tetep aja ngomongnya formalllll banged]
paginya, resi ngasi ucapan pake acara nodong traktiran [pancet ae!! hehehehe...]
gracias
9.12.2006
9/11 in memoriam


udah lima tahun momen itu terjadi
kejadian yg bener bener merubah dunia
Bush Jr. marah besar trus nyari kambing hitam
ngejar Usamah bin Laden ampe ke lubang tikus gurun
tapi tetep aja ga nemuin tuh pimpinan Al-Qaeda
yg jadi pertanyaan adalah ...
knapa pemerintah AS membiarkan kerabat Usamah keluar dari AS selang beberapa saat setelah kejadian padahal pemerintah AS waktu itu memberlakukan sweeping ketat terhadap orang Arab yg pergi dan masuk wilayah AS
apa karena kedekatan hubungan bisnis antara Bush Jr dengan pihak kerabat Usamah?
Wallahu a'lam
klik kiri di 9/11 on facts
9.08.2006
The Open Door

ditunggu tunggu akhirnya rilis juga ...
sempet ada problem ama personelnya dimana Ben Moody cabut, diikuti ama bassisnya membuat albumnya sempet agak telat rilis. tapi untungnya Amy Lee ga patah semangat n akhirnya album bertitel The Open Door yg memuat 13 lagu ini menembus gendang telinga para penggila gothic rock.
13 lagu @ The Open Door :
1. Sweet Sacrifice
2. Call Me When You're Sober
3. Weight of the World
4. Lithium
5. Cloud Nine
6. Snow White Queen
7. Lacrymosa
8. Like You
9. Lose Control
10. The Only One
11. Your Star
12. All That I'm Living For
13. Good Enough
9.02.2006
get free domain at .co.id
Baiklah langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Browse ke https://register.net.id
2. Klik menu untuk mendaftar menjadi anggota baru di DepKomInfo. Isilah form yang ada seperti yang Anda inginkan.
3. Jika telah selesai mendaftar, segera cek e-mail yang Anda gunakan pada saat registrasi domain untuk melakukan konfirmasi pendaftaran.
4. Setelah account Anda diaktifkan, login agar kita bisa masuk ke sistem area kita.
5. Jika proses login berhasil, klik menu domain management, lalu klik link register domain.
6. Pilih nama domain yang Anda inginkan dan pilih akhiran .web.id, misalkan mubarok.web.id, kemudian klik tombol check.
7. Jika domain yang kita inginkan masih belum dipakai maka nama domain tersebut bisa kita miliki, jika sudah dipakai orang ya terpaksa cari lagi dong.
8. Setelah itu lanjutkan proses registrasi domain seperti petunjuk. Dalam proses ini akan diminta informasi name server dari hosting yang kita pakai, kalo belum punya isi sesukanya deh soalnya bisa diubah nanti.
9. Setelah itu kita melakukan proses pembuatan dokumen pelengkap dimana untuk domain web.id hanya membutuhkan scan ktp atau sim. Upload scan gambar tadi sesuai petunjuk.
10. Jika proses pembuatan dokumen telah selesai kita bisa mengecek status domain kita di bagian domain management. Biasanya sih masih pending create karena Depkominfo membutuhkan waktu 2 hari untuk memproses permohonan kita.
11. Jika nama domain kita disetujui atau tidak disetujui, maka kita akan mendapatkan konfirmasi melalui e-mail kita.
12. Jika telah disetujui, tinggal kita atur settingan name server yang ada untuk mengaktifkan web/blog kita.
1. Browse ke https://register.net.id
2. Klik menu untuk mendaftar menjadi anggota baru di DepKomInfo. Isilah form yang ada seperti yang Anda inginkan.
3. Jika telah selesai mendaftar, segera cek e-mail yang Anda gunakan pada saat registrasi domain untuk melakukan konfirmasi pendaftaran.
4. Setelah account Anda diaktifkan, login agar kita bisa masuk ke sistem area kita.
5. Jika proses login berhasil, klik menu domain management, lalu klik link register domain.
6. Pilih nama domain yang Anda inginkan dan pilih akhiran .web.id, misalkan mubarok.web.id, kemudian klik tombol check.
7. Jika domain yang kita inginkan masih belum dipakai maka nama domain tersebut bisa kita miliki, jika sudah dipakai orang ya terpaksa cari lagi dong.
8. Setelah itu lanjutkan proses registrasi domain seperti petunjuk. Dalam proses ini akan diminta informasi name server dari hosting yang kita pakai, kalo belum punya isi sesukanya deh soalnya bisa diubah nanti.
9. Setelah itu kita melakukan proses pembuatan dokumen pelengkap dimana untuk domain web.id hanya membutuhkan scan ktp atau sim. Upload scan gambar tadi sesuai petunjuk.
10. Jika proses pembuatan dokumen telah selesai kita bisa mengecek status domain kita di bagian domain management. Biasanya sih masih pending create karena Depkominfo membutuhkan waktu 2 hari untuk memproses permohonan kita.
11. Jika nama domain kita disetujui atau tidak disetujui, maka kita akan mendapatkan konfirmasi melalui e-mail kita.
12. Jika telah disetujui, tinggal kita atur settingan name server yang ada untuk mengaktifkan web/blog kita.
8.22.2006
Che Guevara

Though communism may have lost its fire, he remains the potent symbol of rebellion and the alluring zeal of revolution (ARIEL DORFMAN).
By the time Ernesto Guevara, known to us as Che, was murdered in the jungles of Bolivia in October 1967, he was already a legend to my generation, not only in Latin America but also around the world.
Like so many epics, the story of the obscure Argentine doctor who abandoned his profession and his native land to pursue the emancipation of the poor of the earth began with a voyage. In 1956, along with Fidel Castro and a handful of others, he had crossed the Caribbean in the rickety yacht Granma on the mad mission of invading Cuba and overthrowing the dictator Fulgencio Batista. Landing in a hostile swamp, losing most of their contingent, the survivors fought their way to the Sierra Maestra. A bit over two years later, after a guerrilla campaign in which Guevara displayed such outrageous bravery and skill that he was named comandante, the insurgents entered Havana and launched what was to become the first and only victorious socialist revolution in the Americas. The images were thereafter invariably gigantic. Che the titan standing up to the Yanquis, the world's dominant power. Che the moral guru proclaiming that a New Man, no ego and all ferocious love for the other, had to be forcibly created out of the ruins of the old one. Che the romantic mysteriously leaving the revolution to continue, sick though he might be with asthma, the struggle against oppression and tyranny.
His execution in Vallegrande at the age of 39 only enhanced Guevara's mythical stature. That Christ-like figure laid out on a bed of death with his uncanny eyes almost about to open; those fearless last words ("Shoot, coward, you're only going to kill a man") that somebody invented or reported; the anonymous burial and the hacked-off hands, as if his killers feared him more after he was dead than when he had been alive: all of it is scalded into the mind and memory of those defiant times. He would resurrect, young people shouted in the late '60s; I can remember fervently proclaiming it in the streets of Santiago, Chile, while similar vows exploded across Latin America. !No lo vamos a olvidar! We won't let him be forgotten.
More than 30 years have passed, and the dead hero has indeed persisted in collective memory, but not exactly in the way the majority of us would have anticipated. Che has become ubiquitous: his figure stares out at us from coffee mugs and posters, jingles at the end of key rings and jewelry, pops up in rock songs and operas and art shows. This apotheosis of his image has been accompanied by a parallel disappearance of the real man, swallowed by the myth. Most of those who idolize the incendiary guerrilla with the star on his beret were born long after his demise and have only the sketchiest knowledge of his goals or his life. Gone is the generous Che who tended wounded enemy soldiers, gone is the vulnerable warrior who wanted to curtail his love of life lest it make him less effective in combat and gone also is the darker, more turbulent Che who signed orders to execute prisoners in Cuban jails without a fair trial.
This erasure of complexity is the normal fate of any icon. More paradoxical is that the humanity that worships Che has by and large turned away from just about everything he believed in. The future he predicted has not been kind to his ideals or his ideas. Back in the '60s, we presumed that his self-immolation would be commemorated by social action, the downtrodden rising against the system and creating — to use Che's own words — two, three, many Vietnams. Thousands of luminous young men, particularly in Latin America, followed his example into the hills and were slaughtered there or tortured to death in sad city cellars, never knowing that their dreams of total liberation, like those of Che, would not come true. If Vietnam is being imitated today, it is primarily as a model for how a society forged in insurrection now seeks to be actively integrated into the global market. Nor has Guevara's uncompromising, unrealistic style of struggle, or his ethical absolutism, prevailed. The major revolutions of the past quarter-century (South Africa, Iran, the Philippines, Nicaragua), not to mention the peaceful transitions to democracy in Latin America, East Asia and the communist world, have all entailed negotiations with former adversaries, a give and take that could not be farther from Che's unyielding demand for confrontation to the death. Even someone like Subcomandante Marcos, the spokesman for the Chiapas Maya revolt, whose charisma and moral stance remind us of Che's, does not espouse his hero's economic or military theories.
How to understand, then, Che Guevara's pervasive popularity, especially among the affluent young?
Perhaps in these orphaned times of incessantly shifting identities and alliances, the fantasy of an adventurer who changed countries and crossed borders and broke down limits without once betraying his basic loyalties provides the restless youth of our era with an optimal combination, grounding them in a fierce center of moral gravity while simultaneously appealing to their contemporary nomadic impulse. To those who will never follow in his footsteps, submerged as they are in a world of cynicism, self-interest and frantic consumption, nothing could be more vicariously gratifying than Che's disdain for material comfort and everyday desires. One might suggest that it is Che's distance, the apparent impossibility of duplicating his life anymore, that makes him so attractive. And is not Che, with his hippie hair and wispy revolutionary beard, the perfect postmodern conduit to the nonconformist, seditious '60s, that disruptive past confined to gesture and fashion? Is it conceivable that one of the only two Latin Americans to make it onto TIME's 100 most important figures of the century can be comfortably transmogrified into a symbol of rebellion precisely because he is no longer dangerous?
I wouldn't be too sure. I suspect that the young of the world grasp that the man whose poster beckons from their walls cannot be that irrelevant, this secular saint ready to die because he could not tolerate a world where los pobres de la tierra, the displaced and dislocated of history, would be eternally relegated to its vast margins.
Even though I have come to be wary of dead heroes and the overwhelming burden their martyrdom imposes on the living, I will allow myself a prophecy. Or maybe it is a warning. More than 3 billion human beings on this planet right now live on less than $2 a day. And every day that breaks, 40,000 children — more than one every second! — succumb to diseases linked to chronic hunger. They are there, always there, the terrifying conditions of injustice and inequality that led Che many decades ago to start his journey toward that bullet and that photo awaiting him in Bolivia.
The powerful of the earth should take heed: deep inside that T shirt where we have tried to trap him, the eyes of Che Guevara are still burning with impatience.
The People Who Shape Our World
Majalah Time nerbitin daftar yg berisi 100 orang yg datang dari berbagai kalangan, seperti artis, ilmuwan, politikus, pemimpin, pebisnis dan orang orang yg memiliki dan membuat pengaruh di bidang yg digeluti.
Disini bisa kita temui Steve Nash, Condolizza Rice, Pervez Musharraf, Bono, dan masih banyak lagi. Sekumpulan individu yg begitu total dan menghabiskan waktunya untuk sekedar memberi sedikit warna dalam keseharian profesinya. Merekalah yg berjasa dalam membentuk dunia sehingga membuatnya semakin majemuk.
klik The People Who Shape Our World untuk dapat mengakses keberadaan mereka selengkapnya. Sayangnya ga ditemui orang indo dalam daftar. hikz ...
Disini bisa kita temui Steve Nash, Condolizza Rice, Pervez Musharraf, Bono, dan masih banyak lagi. Sekumpulan individu yg begitu total dan menghabiskan waktunya untuk sekedar memberi sedikit warna dalam keseharian profesinya. Merekalah yg berjasa dalam membentuk dunia sehingga membuatnya semakin majemuk.
klik The People Who Shape Our World untuk dapat mengakses keberadaan mereka selengkapnya. Sayangnya ga ditemui orang indo dalam daftar. hikz ...
8.06.2006
Ernesto Guevara De la Serna
om yg satu ini emang ga ada matinya
biarpun dah lama koit tapi namanya tetep harum di kalangan aktivis
posternya tegas menempel di tembok kamar anak muda, baik yg emang berhaluan kiri maupun cuman sekedar ngefans
menjadi simbol pemberontakan terhadap tirani kekuasaan
che is revolution
klik che's pics buat yg pengen tau lebih deket
biarpun dah lama koit tapi namanya tetep harum di kalangan aktivis
posternya tegas menempel di tembok kamar anak muda, baik yg emang berhaluan kiri maupun cuman sekedar ngefans
menjadi simbol pemberontakan terhadap tirani kekuasaan
che is revolution
klik che's pics buat yg pengen tau lebih deket
7.29.2006
someone called ebes
beliau udah lupa kalo ditanya kapan lahirnya
di KTP ato KK aja beda tanggal lahirnya
mungkin karena usia yg udah merambat senja otomatis ngaruh ke memorynya kali
tapi kalo diitung berdasarkan tanggal yg tercantum di KTP, brarti udah 64 kali beliau ganti kalender selama hidup di dunia
beliau ga cuman berperan sebagai orang tua
mampu juga sebagai teman yg bisa diajak sharing n gila gilaan xeexexexexe.....
susah mencari figur seperti beliau
yg sering ditemui tuh cuman figur sebagai ortu aja
makanya kebanyakan kalo ortu seperti itu hubungannya dengan anak terkesan kaku
kmaren sore ...
ngobrol santai ma nonton tv
beliau cerita tentang pengalamannya di tahun '69
waktu bertugas di Sorong, Papua
baru prolog aja, noy udah pengeeennnn banget jalan ke Papua
beliau mengisahkan kalau Sorong waktu itu sangat natural
memancing di dermaga ga usah pake umpan
ikan langsung nyamperin tuh kail n bisa ditebak ikan tongkol segede paha orang dewasa langsung berpindah ke darat
yg bikin noy takjub adalah saat beliau crita tentang liarnya alam Papua, dimana ada ular berdiameter sekitar 1 meter sedang menguras sungai buat nyari ikan dengan cara melilitkan kepala di satu seberang dan ekornya di seberang sungai yg laen ... wouuuwww ..... so exciting!!!
blom lagi ama orang orang Papua yg welcome ma orang luar, ga snobbish
bener deh...pengen banget maen ke Papua
ngliat salju
naik perahu menyusuri sungai
maen ke kampung suku terasing
i wish i can be there
trus beliau jg nge-flash back proses hadirnya noy setelah 9 bulan didekapan hangatnya rahim ibu
dulu pas masi di dalam perut
noy tuh katanya suka nendang nendang, suka gonta ganti posisi, kadang kepalanya di atas, kadang jg di bawah
pokokna bandel banget
bikin ebes ma ibu ga bisa tidur
tapi kalo udah dielus elus, disayang, baru deh diem .... sebentar doank tapi ehheheh....
trus pas mo lahiran, sebenernya udah mo di caesar tuh, ebes udah tanda tangan pernyataan kalo mo operasi, bukan karna posisi janin yg sungsang ato gmn, tapi emang karna janin yg terlalu besar!!
tapi untungnya Allah menggariskan noy buat lahir normal
syukur deh normal n ebes sempet kaget begitu tau beratnya ... 4,2 kg!! ck..ck..ck...
Unforgetable moment...
di KTP ato KK aja beda tanggal lahirnya
mungkin karena usia yg udah merambat senja otomatis ngaruh ke memorynya kali
tapi kalo diitung berdasarkan tanggal yg tercantum di KTP, brarti udah 64 kali beliau ganti kalender selama hidup di dunia
beliau ga cuman berperan sebagai orang tua
mampu juga sebagai teman yg bisa diajak sharing n gila gilaan xeexexexexe.....
susah mencari figur seperti beliau
yg sering ditemui tuh cuman figur sebagai ortu aja
makanya kebanyakan kalo ortu seperti itu hubungannya dengan anak terkesan kaku
kmaren sore ...
ngobrol santai ma nonton tv
beliau cerita tentang pengalamannya di tahun '69
waktu bertugas di Sorong, Papua
baru prolog aja, noy udah pengeeennnn banget jalan ke Papua
beliau mengisahkan kalau Sorong waktu itu sangat natural
memancing di dermaga ga usah pake umpan
ikan langsung nyamperin tuh kail n bisa ditebak ikan tongkol segede paha orang dewasa langsung berpindah ke darat
yg bikin noy takjub adalah saat beliau crita tentang liarnya alam Papua, dimana ada ular berdiameter sekitar 1 meter sedang menguras sungai buat nyari ikan dengan cara melilitkan kepala di satu seberang dan ekornya di seberang sungai yg laen ... wouuuwww ..... so exciting!!!
blom lagi ama orang orang Papua yg welcome ma orang luar, ga snobbish
bener deh...pengen banget maen ke Papua
ngliat salju
naik perahu menyusuri sungai
maen ke kampung suku terasing
i wish i can be there
trus beliau jg nge-flash back proses hadirnya noy setelah 9 bulan didekapan hangatnya rahim ibu
dulu pas masi di dalam perut
noy tuh katanya suka nendang nendang, suka gonta ganti posisi, kadang kepalanya di atas, kadang jg di bawah
pokokna bandel banget
bikin ebes ma ibu ga bisa tidur
tapi kalo udah dielus elus, disayang, baru deh diem .... sebentar doank tapi ehheheh....
trus pas mo lahiran, sebenernya udah mo di caesar tuh, ebes udah tanda tangan pernyataan kalo mo operasi, bukan karna posisi janin yg sungsang ato gmn, tapi emang karna janin yg terlalu besar!!
tapi untungnya Allah menggariskan noy buat lahir normal
syukur deh normal n ebes sempet kaget begitu tau beratnya ... 4,2 kg!! ck..ck..ck...
Unforgetable moment...
7.26.2006
Private Party
Balai Merdeka Universitas Merdeka Malang, July 21, 2006, 9 PM
ga salah emang milih judul di atas
gimana ga ngrasa lagi private party
tontonannya TOP BGT
temanya KEEP ON ROCKIN'
playernya gado gado
nih kebetannya :
Drum >> Eno "Netral"
Gitar >> Taras "Taboo"
Gitar >> John Paul Ivan "ex Boomerang"
Bass >> Bondan Prakoso "ex Funky Kopral"
Vokal >> Dendi "Kunci"
wouuwwwww......rugi banget kalo ga nonton
gila benerrrrrr......
ampe ga bisa ngomong ngliat skill mreka berlima
mreka yg emang udah dasarnya skillful n bertalenta, ga susah banget bawain lagunya :
Muse
System of A Down
Radiohead
Green Day
Nirvana
Audioslave
Jimi Hendrix (favoritnya Ivan nih)
Papa Roach
Hoobastank
and many more ...
pokoknya molai jaman batu ampe jaman komputer hehehehhehe.....
segala aliran rock seperti hard rock, heavy metal, melodic rock, ....
susah nemuin konser kayak yg gituan
blom tentu ada 10 taun sekali, percaya deh xixixiixi...
Real Madrid's new team kit


Real Madrid, klub peraih gelar terbanyak Liga Champions dan La Liga, membuat terobosan baru di kostum barunya. Adidas selaku apparel resminya merancang kostum dengan tehnologi terkini.
Tidak meninggalkan warna putih sebagai kostum home, Madrid memilih warna hitam dan ungu sebagai kostum away mereka. Kalangan cewe dan anak-anak pun menjadi target pasar berikutnya, ditandai dengan dicetaknya kostum buat mereka.
Kostum kali ini dihiasi BenQ-SIEMENS selaku sponsor utama mreka, selain itu dilengkapi dengan hologram guna membedakan produk bajakan yg beredar di pasaran. Dan tidak ketinggalan logo Adidas di belakang celana pendek yg digunakan pemain dan tuh berlaku di semua kostum tim yg diendorse oleh Adidas.
Madrid juga menggandeng Chris Kay Internacional sebagai pemegang lisensi klub.
7.24.2006
Milan's jerseys in new season



AC Milan baru aja ngerilis kostum barunya untuk musim 2006/2007.
kali ini Opel udah ga menghiasi dada para pemain Milan, perusahaan judi online Bet and Win lah yg kali ini menggantikan Opel dan variannya.
cuman kali ini noy agak sangsi apakah Milan bisa menjadi penguasa Lega Calcio sepeninggal Juventus ke seri B, sebab ngliat amunisinya masi menyisakan keraguan para Milanisti.
Lini belakang pada dihuni old crack macam Maldini, Costacurta, Cafu, Simic, yg notabene selalu keteteran kalo menghadapi tim yg mengandalkan kecepatan seperti Barcelona.
Lini tengah adalah posisi yg relatif bisa diandalkan selain posisi penjaga gawang. Pirlo dan Gattuso merupakan elemen penting bagi keberhasilan Italia merebut Piala Dunia keempatnya.
Lini depanlah yg dikhawatirkan Milanisti, Milan blom menemukan striker berkarakter pembunuh di depan gawang seperti Shevchenko.
sampai sekarang pun pihak manajemen blom ada tanda tanda mencari pengganti Shevchenko. baru Gilardino, Inzaghi, Amoroso dan Borriello yg berperan sebagai ujung tombak di klub Merah hitam ini.
menarik kita tunggu apa langkah Milan menyiasati penalti 15 poin dan pressure dari Inter Milan serta AS Roma.
7.20.2006
Barcelona Home Shirt 2006/07

FC Barcelona akhirnya merilis kostum untuk musim kompetisi 2006/2007.
ga ada perubahan mencolok selain desainnya yg simpel banget 'n tetep mempertahankan tradisi Barca sendiri, yaitu menafikan sponsor di dada kostum.
kostum ini dibandrol molai 52.49 euro.
sedangkan kostum untuk partai tandang sendiri tidak berwarna hijau muda seperti musim 2005/2006, tetapi berwarna oranye layaknya timnas Belanda.
apakah manajemen Barca memutuskan untuk memakai warna oranye sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Frank Rijkaard yang notabene berasal dari Belanda, menempatkan Barca di top level pentas lokal dan eropa?
50 albums that change music
The Observer bikin list tentang album yg jadi pionir lahirnya genre musik baru 'n secara ga langsung ngangkat pamor musisi baru.
klik check this out
klik check this out
7.14.2006
Perfect Die
saat tulisan ini diposting ....
hari jumat ...
waktu yg bagus buat mati
tapi bukan kayak kita
yg gampang banget menambah catatan dosa
dan begitu jarang mengisi list pahala
Haji Mansyur ...
takmir masjid yg mewakafkan tanahnya untuk masjid
seperti biasa kebiasaan ritual di hari Jumat
pagi melantunkan Qur'anul Karim (biasa disebut khataman)
menjelang siang berangkat ke masjid
menunaikan ibadah wajib sholat jumat
setelah beliau memanggil umat Allah untuk segera menuju masjid
beliau bersujud dan ...
tidak bernafas lagi
........................
tidak semua umat Allah dipanggil di hari jumat
hari yg sangat agung nilainya dibanding 6 hari yg lain
tidak semua umat Allah dipanggil di hari jumat
meskipun catatan amal baiknya sepanjang lidah berkata
hanya beberapa
dan Haji Mansyur salah satunya
Inna lillahi wa inna illahi roji'un
hari jumat ...
waktu yg bagus buat mati
tapi bukan kayak kita
yg gampang banget menambah catatan dosa
dan begitu jarang mengisi list pahala
Haji Mansyur ...
takmir masjid yg mewakafkan tanahnya untuk masjid
seperti biasa kebiasaan ritual di hari Jumat
pagi melantunkan Qur'anul Karim (biasa disebut khataman)
menjelang siang berangkat ke masjid
menunaikan ibadah wajib sholat jumat
setelah beliau memanggil umat Allah untuk segera menuju masjid
beliau bersujud dan ...
tidak bernafas lagi
........................
tidak semua umat Allah dipanggil di hari jumat
hari yg sangat agung nilainya dibanding 6 hari yg lain
tidak semua umat Allah dipanggil di hari jumat
meskipun catatan amal baiknya sepanjang lidah berkata
hanya beberapa
dan Haji Mansyur salah satunya
Inna lillahi wa inna illahi roji'un
7.12.2006
Zidane wins vote for adidas Golden Ball



mayan deh...biar ga juara, biar dikartu merah, yg penting dapet Bola Emas, penutup buat masuk ke pintu pensiun. kontroversi memang, tapi keputusan dibuat berdasarkan voting wartawan, bukan hasil obyektif di lapangan. Cannavaro dapet Silver Ball 'n Pirlo menempati posisi ketiga, diganjar Bronze Ball.
Subscribe to:
Posts (Atom)