6.03.2009

Addio - Benvenuto

minggu kemaren adalah laga pamungkas Lega Calcio musim 2008/2009. Inter Milan sukses merengkuh gelar ke-17 di tangan Jose Mourinho. pria asal Portugal ini gemilang merengkuh scudetto di tahun pertamanya membesut Inter Milan. dan pertandingan melawan Atalanta kemaren juga menjadi laga terakhir Luis Figo dengan kostum Inter Milan. setelah kepindahannya dari Real Madrid, Figo turut menyumbangkan 4 scudetto dan 1 trofi Coppa Italia. pensiun adalah jawaban dari pertanyaan kemanakah setelah musim ini berakhir.



seorang Pavel Nedved, ikon Juventus, juga mengakhiri kebersamaannya musim ini dengan klub yang dibelanya mulai musim 2001/2002. Nedved yang telah menyumbang 4 scudetto (2 scudetto dibatalkan), merasa tidak puas dengan kontrak baru yang disodorkan oleh manajemen Juve. sedianya salah satu generasi emas Ceko ini dikontrak per pertandingan yang dimainkan mengingat usianya yang tidak muda lagi. belum jelas kemana sang pemilik tendangan canon ini akan berlabuh.



dan salah satu legenda AC Milan, Serie A dan Italia, Paolo Maldini, mengakhiri kiprahnya di lapangan hijau juga di musim ini. kebersamaannya selama 25 tahun bersama AC Milan dihiasi dengan 7 scudetto, 5 UEFA Champions League, 2 Piala Toyota, 5 Piala Super Eropa, 1 Piala Italia, 5 Piala Super Italia dan 1 Piala Dunia Klub FIFA. di dua pertandingan terakhir AC Milan di Liga Italia, Milanisti di San Siro dan publik Florence memberikan standing ovation atas dedikasi dan totalitas sang capitano. meskipun Adriano Galliani membujuknya agar tetap bertahan hingga pertandingan ke-1000, Maldini tetap pada keputusannya. nomor punggung 3 sementara dinon aktifkan hingga Christian Maldini, anak sulungnya, memakainya tampil membela Rossoneri.



seiring berakhirnya musim 2008/2009, AC Milan juga mengakhiri petualangan indahnya dengan sang pelatih, Carlo Ancelotti. Leonardo Araujo do Nascimento, Direktur Teknis AC Milan, menjadi penerus tongkat kepelatihan terhitung mulai musim depan. Leo ditunjuk langsung oleh presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, menapak tilasi kesuksesan Arrigo Sacchi dan Fabio Capello.



Carlo Ancelotti sendiri musim depan akan menangani klub papan atas Premiere League, Chelsea, menggantikan Guus Hiddink. Carletto berjasa menghiasi lemari trofi di Stadion San Siro dengan 1 scudetto, 2 trofi Liga Champion, 2 Piala Super Eropa, 1 Piala Italia, 1 Piala Super Italia, dan 1 Piala Dunia Klub FIFA. Carletto bersama suksesornya, Leonardo, Galliani dan Tasotti menggelar makan malam bersama setelah keputusannya menangani Chelsea di musim depan. dan ini adalah pertama kali dalam sejarah Rossoneri dimana pelatih lama dan pelatih baru mengadakan makan malam bersama. Galliani sendiri menolak bila pemutusan hubungan Carletto sebagai pelatih adalah perpisahan karna Carletto sendiri adalah bagian dari keluarga besar Rossoneri.





[+/-] Lanjut...

5.27.2009

Sesuatu yang Tertunda

Kompetisi sepakbola kasta tertinggi Indonesia baru saja berakhir dan seperti kita ketahui Persipura Jayapura sukses merengkuh titel juara Superliga di edisi pertama kalinya digelar. Format kompetisi satu wilayah ini mengingatkan kembali ingatan kita pada format kompetisi Galatama di era 80-an. Sebuah gambaran persaingan yang kala itu diisi oleh klub-klub dengan didanai langsung oleh perusahaan swasta dan menjadi cikal bakal sepakbola profesional. Situasi tersebut kontan menjadi pembeda sepakbola di Indonesia yang saat itu masih kental dengan nuansa amatir dengan sokongan penuh dari pemerintah daerah.

Di era Galatama-lah Arema lahir dan mulai menancapkan eksistensinya di persepakbolaan profesional Indonesia terutama setelah mengalami perubahan status kepemilikan dari Lucky ACub Zainal ke PT. Bentoel. Dengan raihan juara Divisi I dan 2 kali juara Copa Indonesia di awal masa transisi ini menguatkan ekspektasi Aremania akan pencapaian prestasi yang lebih tinggi di masa ke depannya. Begitu wajar kalau setiap awal musim Aremania begitu antusias menanti siapa pemain rekrutan terbaru sekaligus menggantungkan harapan juara, termasuk di even Superliga yang baru saja berakhir.

Untuk kedua kalinya dalam dua tahun ini, Arema tidak meraih gelar apapun dalam berbagai ajang yang dihelat di negeri ini. Terutama musim ini, yang lebih banyak diwarnai berbagai masalah, mulai tindakan indisipliner pemain asing di awal pembentukan tim, penunjukan Bambang Nurdiansyah sebagai pelatih bersama keputusan merekrut banyak pemain muda, dan masih banyak lagi masalah yang mengikuti hingga putaran kedua berakhir. Tidak heran Arema menjadi besar di media tapi tidak berbanding lurus dengan peringkat di klasemen. Keputusan berani berupa perekrutan pemain muda ini mengingatkan kita akan skuad Arsenal di Liga Inggris yang memang terdiri dari barisan anak muda bertalenta dan telah siap turun di kompetisi level tertinggi. Sayangnya hal ini tidak terjadi di Arema, pemain muda terkesan tampil penuh tekanan justru ketika bertanding di kandang dan performa tim juga terkesan labil.

Bongkar pasang pelatih dan pemain di putaran kedua tidak menolong Arema mencapai kestabilan permainan. Apalagi setelah kekalahan 0-2 dari Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, sang big boss, Darjoto Setiawan, mengeluarkan pernyataan akan merombak habis-habisan skuad Arema di musim depan. Ungkapan tersebut terucap setelah melihat penampilan pemain terkesan tampil tidak bersemangat padahal meraih poin penuh di kandang sangat menolong untuk mendongkrak posisi Arema di klasemen.

Meskipun Arema tidak terdegradasi tetapi target dari pihak manajemen untuk menempatkan posisi di papan atas terbukti gagal. Evaluasi terhadap semua elemen tim tetap harus dilakukan dan menyambut Superliga berikutnya alangkah baiknya kalau pihak manajemen memilih membentuk keutuhan tim yang menjadi inti dari kekuatan suatu tim itu sendiri. Perpanjangan kontrak pelatih dan pemain yang menjadi poros di masing-masing lini bisa menjadi salah satu opsi. Arsene Wenger, Alex Ferguson atau deretan pelatih sukses lainnya, tidak membangun timnya 1-2 tahun saja tetapi mereka mempercayai betul sebuah proses pembentukan dan itu membutuhkan waktu tidak sebentar. Gusnul Yakin layak diberi kesempatan membentuk tim berikut pemain pilihannya yang mendukung dalam skema permainan seperti kesuksesannya menukangi Persibo Bojonegoro.

Perombakan total tim tidak akan menyulap Arema menjadi tim yang berprestasi. Penampilan tim beserta pencapaian posisi di klasemen tahun ini bisa dijadikan refleksi untuk perbaikan di musim berikutnya.




[+/-] Lanjut...

5.18.2009

Sunday Post

Sunday Post adalah nama alias dari harian Jakarta Post untuk edisi hari minggunya.
koran berbahasa inggris yang menjadi bacaan wajib para ekspatriat ini saya temukan di agen koran pagi ini. naluri iseng yang membimbing untuk membuka tiap lembarnya. artikelnya cukup apik dan disusun dengan grammar yang rapi. selain itu kontributor beritanya tersebar di berbagai belahan dunia sehingga berita yang ditampilkan terasa beragam dan hadir dari sisi yang berbeda.

sempet chit chat ama ibu agen koran dan berikut cuplikan obrolannya :
S (Saya) : "Kompas (harian Kompas) banyak banget ya iklannya?"
I (Ibu Agen) : "Iya, Mas. apalagi kalo sabtu minggu"
S : "Tapi tetep laris aja nih kayaknya"
I : "Kalo pembeli ecerannya ngga terlalu banyak, Mas, kebanyakan udah langganan"
I : "Dan rata-rata yang berlangganan Kompas tuh dokter-dokter"
S : "Ouwhh ... (sambil nunjuk Sunday Post) kalo yang ini koran kemaren ya, Bu?"
I : "Koran baru, Mas"
S : "Haa ... Lha ini tanggalnya 17 May 2009 trus terbitan hari minggu"
I : "Iya emang, Mas ... Jakarta Post emang gitu, kan terbitan (dan percetakannya di) Jakarta trus pengirimannya baru nyampe besoknya"

saya sempet bingung dan mikir, emang masi ada ya penerbitan kayak gitu? di jaman penerbitan jarak jauh seperti sekarang ini, terutama penerbitan media cetak, sistem distribusi dari Jakarta Post adalah sistem lama. entah dengan alasan menjaga orisinalitas atau menekan ongkos produksi sehingga pihak redaksi memutuskan seperti itu. tapi yang jelas artikelnya demikian berbobot dan variatif.



[+/-] Lanjut...

5.17.2009

Dominasi Laskar Pelangi di Indonesian Movie Award 2009

Laskar Pelangi tadi malam menjadi simbol kemenangan dari sebuah film yang mewakili karya yang digarap dengan cerita menawan dan sukses di pasaran. benar-benar suatu masterpiece yang didambakan semua produser film di belahan bumi manapun. di even Indonesian Movie Award 2009 yang semalem digelar untuk memberikan apresiasi pada perfilman nasional, Laskar Pelangi total menyabet 5 penghargaan, yang terdiri atas : pemeran utama pria terbaik (Ikranagara), pemeran utama wanita terbaik (Cut Mini), pendatang baru pria terbaik (Zulfani), soundtrack terfavorit (Laskar Pelangi - Nidji) dan film terfavorit.

film garapan Riri Riza dan Mira Lesmana ini sangat merepresentasikan kondisi sosial di Belitung yang notabene masi menjadi bagian dari Indonesia tetapi luput mendapat perhatian dari pemerintah terutama sarana dan prasarana pendidikan. dalam cerita digambarkan satu bangunan sekolah yang hampir rubuh dan amat tidak layak untuk dijadikan tempat untuk menuntut ilmu tetapi semangat sang kepala sekolah dan ibu guru tidak serta merta beringsut padam menghadapi kondisi seperti itu. totalitas mereka dalam mendidik dengan sarana terbatas pun patut mendapat apresiasi tersendiri.

Ikranagara dalam pidato kemenangannya sangat bersyukur telah bermain di satu film yang diproduksi oleh anak-anak muda yang kreatif dan hebat. semoga perfilman Indonesia semakin maju di tangan anak-anak muda yang hebat, tambahnya. menilik tema perfilman Indonesia yang masi didominasi horor dan komedi mesum, Laskar Pelangi seolah menampar dan menyadarkan kita untuk kembali sadar akan kondisi di sekitar kita.

berikut daftar lengkap pemenang penghargaan Indonesian Movie Award 2009 :

Pemeran Utama Pria Terbaik IMA 2009 : Ikranagara (Laskar Pelangi)

Pemeran Utama Wanita Terbaik IMA 2009 : Cut Mini (Laskar Pelangi)

Pemeran Pembantu Pria Terbaik IMA 2009 : Lukman Sardi (Kawin Kontrak Lagi)

Pemeran Pembantu Wanita Terbaik IMA 2009 : Nasya Abigail (Perempuan Berkalung Sorban)

Pendatang Baru Pria Terbaik IMA 2009 : Zulfani (Laskar Pelangi)

Pendatang Baru Wanita Terbaik IMA 2009 : Laura Basuki (Gara-Gara Bola)

Pemeran Utama Pria Terfavorit IMA 2009 : Sophan Sophiaan (Love)

Pemeran Utama Wanita Terfavorit IMA 2009 : Revalina S Temat (Perempuan Berkalung Sorban)

Pendatang Baru Pria Terfavorit IMA 2009 : Judika (Si Jago Merah)

Nominasi Pendatang Baru Wanita Terfavorit IMA 2009 : Laura Basuki (Gara-Gara Bola)

Soundtrack Terfavorit IMA 2009 : Laskar Pelangi ( NIDJI ) - Laskar Pelangi

Film Terfavorit IMA 2009 : Laskar Pelangi




[+/-] Lanjut...

5.08.2009

catatan pendek

lama juga ya ngga update blog?
trakhir nulis kalo ngga salah Januari kmaren dan baru sekarang memberanikan diri untuk posting
apa seh yg mendasari untuk cuti sementara ngga posting?
sepertinya fenomena facebook yang lagi menjalari setiap pribadi di dunia, molai anak skolah, pegawai kantoran, mahasiswa, artis hingga ke politisi. media ini terbukti lebih menawarkan aplikasi tambahan yang bervariasi dibandingkan friendster.

sekian ...




[+/-] Lanjut...

3.09.2009

Legenda Arema Galatama

dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang mempertemukan Arema Malang dan Persiwa Wamena tadi malam, Arema meraih kemenangan pertamanya di putaran kedua ini. Arema unggul dua gol yang diborong strikernya asal Chile, Patricio Morales.

selain tidak bermainnya 4 pilar Persiwa Wamena (Pieter Rumaropen, Ridouane Barkouwi, Yesayas Desnam, Asmar Abu) dan dimainkannya 3 pemain asing baru Arema (Roman Chmelo, Fortune Udo, Buston Browne), rasanya ada satu faktor lagi yang mampu membuat pertandingan semalam terasa beda. benar! kehadiran Lucky Acub Zainal bersama para legenda Arema Galatama benar-benar mampu menginjeksi semangat para pemain Arema dan Aremania yang sempat down selepas kekalahan telak dari Persipura Jayapura. Singgih Pitono, Joko Susilo, Imam Hambali, Mahmudiana, Jonathan, Johanes Geohera, M. Andik, Panus Korwa, Dominggus Nowenik, Yanuar Hermansyah bersama rekan yang lain satu per satu dipanggil announcer sebelum pertandingan dimulai. tercatat 20 pemain hadir dan menyaksikan Arema bermain dari tribun VIP. terlihat hanya Aji Santoso dan Mecky Tata yang tidak hadir karena mempersiapkan tim Persik Kediri menghadapi Persipura Jayapura nanti malam.

kehadiran para legenda Arema Galatama mengingatkan kembali pada kenangan kejayaan Arema pada era Galatama. di masa cikal bakal kompetisi sepakbola profesional ini, Arema terbukti superior atas klub klub yang didanai oleh perusahaan besar seperti Kramayudha Tiga Berlian, Barito Putra, Asyabaab Salim Group Surabaya. meskipun dengan dukungan dana yang relatif kecil tetapi profesionalitas pemain kala itu patut mendapat acungan jempol. gaji kecil dan sering telat dalam pembayaran, mereka bayar dengan penampilan total di lapangan layaknya penampilan pemain yang gajinya dibayar tepat waktu. jangan heran kalo Aremania sekarang sering menuntut para pemain Arema bertarung di lapangan layaknya singa seperti yang ditunjukkan pemain Arema Galatama. permainan cepat dan keras menjadi ciri khas saat itu.

mengingat jasa pemain mengantarkan Arema meraih titel terbaik kompetisi Galatama, alangkah baiknya bila mereka diberdayakan sebagai talent scout atau pelatih di berbagai jenjang umur akademi Arema. beberapa mantan pemain udah dipercaya memoles singa-singa muda, seperti Joko Susilo, Setyo Budiarto dan Yanuar Hermansyah (akademi Arema).ilmu, kemampuan serta pengalaman mereka pasti berguna dalam membentuk pemain terutama bagi pemain belia. kondisi tersebut udah lazim dan bukan sesuatu yang baru di Eropa. pemain yang telah pensiun dan menghabiskan waktunya membela klub berikut menyumbangkan piala dari berbagai kejuaraan, kemudian diberi kekuasaan untuk melatih pemain muda binaan klub itu sendiri. AC Milan salah satu contohnya, Giovanni Stroppa dipercaya melatih AC Milan under 14 dan Alberigo Evani kebagian memoles talenta AC Milan Primavera. penunjukan mereka menjadi pelatih bukan tanpa alasan. selain faktor kedekatan emosional, mereka berdua juga dianggap mempunyai visi dan misi yang sama dalam pembentukan pemain belia yang diharapkan menjadi suksesor bagi AC Milan berikutnya. ekspektasi seperti itulah yang diharapkan terwujud pada singa muda yang tergabung di akademi Arema.



[+/-] Lanjut...

3.07.2009

gangguan penglihatan dari tepi jalan

di daerah manakah yang menjadi bagian dari wilayah Indonesia yang tepi jalannya tidak dihiasi satu pun poster caleg?

mendekati pemilihan legislatif yang tidak kurang sebulan lagi akan digelar, para calon legislatif kian giat menebar nomor dan gmabar dirinya dengan harapan masyarakat akan mengingat dan mencontrengnya. dengan mengandalkan jasa percetakan, wajah yang biasa pun bisa disulap menjadi wajah yang berkharisma dan layak tampil di tepi jalan. yang membuat miris adalah orang orang jasa percetakan yang membabi buta saat memasang poster dan spanduk para caleg. tanpa memperdulikan tata ruang dan keindahan kota serta pemahaman akan lingkungan sekitar, mereka dengan seenaknya memampang poster di tepi jalan dan memakunya pada badan pohon. apa pun alasannya, tetap bukan solusi yang tepat. alangkah efektifnya bila dana kampanye para caleg tersebut diwujudkan dalam wadah membuka lapangan kerja ato memfasilitasi kepentingan masyarakat. karna masyarakat sekarang memiliki kecenderungan memilih caleg yang bisa mengambil hati masyarakat, salah satunya dengan memberikan dukungan pada usaha masyarakat yang bersifat masif.

tapi sayangnya tidak semua caleg bisa membaca gejala tersebut.



[+/-] Lanjut...




842993172_bb33d2fb4a.jpg


Revolusi PSSI


842993172_bb33d2fb4a.jpg


Solidaritas untuk anak Indonesia





    My Unkymood Punkymood (Unkymoods)

    blog readability test